Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Gantung pena-nya Tere Liye, Antara Hobi atau Profesi?

Setelah lama tak memantau laman FB, shocking terapi muncul saat membaca postingan tentang Tere Liye yang bersepakat dengan Penerbit untuk tidak akan mencetak lagi buku karya Tere Liye. Why? Usut punya usut beban pajak yang diberikan kepada penulis sangat tinggi, bahkan penulis dengan royalti rendah pun terkena pajak, misal karya tulisan majalah  yang bilangannya bukan jutaan, pada digit seratus pun kewajiban pajak tidak menjadi gugur. Bahkan melebihi ketentuan zakat yang 2,5%. Jadi beginilah Indonesia yang pendapatan tertingginya dari sektor pajak, jadi kalau misalnya dinegara kita terjadi gerakan mangkir pajak bisa dipastikan negara kita akan seperti judul buku Tere Liye, negeri di ujung tanduk. Proud untukmu wahai para penggiat literasi, kalian adalah salah satu sumber pendapatan negara.FYI, Tere Liye tak menjadikan penulis profesi utamanya. Sudah kita ketahui bersama beliau adalah seorang akuntan  profesional, meskipun saya pribadi tak mengetahui dengan pasti penghasilan dari profe…

Postingan Terbaru

Episode pembelajar

Menulis, Untuk Apa?

Dispersepsi Jomblo, Singlelilah dan Nikah Dalam Dakwah

Mata Kuliah dari Sebuah Novel Tere Liye (Review Negeri Para Bedebah & Negeri di Ujung Tanduk)

Muslim Saja Tak Cukup

Ramadhankan Hari, Dengan Berani Berbagi

Pernikhan dari Lembaran Kertas

Buffalo Hills, Cerita dibalik Cerita petualangan

Dilematis seorang pengendali diri (mantan Kaderisasi dan atau Kaderisasi)

Awas, Jangan Mendaki !