Ada Istana dibalik Penjara itu


Kesan pertama saat menginjakkan kaki di sini adalah hotel prodeo,iya aku menganalogikan Islamic Boarding School pilihan ayahku sebagai sebuah penjara dan aku pun sempat menghakimi ayahku sebagai raja tega karena telah mengirimkanku ke penjara itu.Tak mudah bagiku untuk menerima lingkungan baruku terlebih bertolak belakang ditambah dengan kebiasaanku ditambah dengan aturan-aturan yang menurutku berlebihan dan suatu penyiksaan.Seperti  tidak boleh keluar asrama siswi tanpa kaos kaki,menggunakan HP ketika di luar jam yang ditentukan,Berbincang-bincang dengan siswa,harus memakai rock dan lain sebagainya.Tentu tak semudah itu aku menerima dan mentaati peraturan itu meskipun pada akhirnya mau tak mau aku harus mengikuti ritme yang ada,aku yang tomboy pun dan belum berjilbab ketika SMP akhirnya karena sebuah keterpaksaan menjadi berjilbab.         
Bukan sekali dua kali aku mendapatkan teguran,bias dibilang akulah siswi yang paling sering mendapatkan teguran sampai hukuman,mulai dari Hp yang disita,tidak diberikan waktu untuk keluar dari asrama sampai menggunakan papan nama tanda siswi pelanggar aturan padahal ketika aku SMP jauh dari kategori siswi nakal bahkan termasuk siswi teladan tapi sekarang di sini aku menjadi siswi yang terkenal dengan kenakalannya.Dan yang paling menyebalkan adalah interaksi siswa-siswi yang di batasi,tentu ini siksaan terberat bagiku karena aku yang berkarakter tomboy dan terbiasa berkawan dengan pria dan sekarang harus bias berkawan dengan mereka yang kebanyakan adalah gadis anggun dan  jauh berbeda denganku dan yang membuatku aneh mereka begitu terlihat menikmati kehidupan di sini justru mereka selalu nampak bahagia,entah itu karena keberadaanku di sini yang karena paksaan sedangkan mereka adalah karena keinginan sendiri.
Keramahan mereka tak serta merta membuatku bisa “nyambung”  atau kerasan tinggal di sini dan jika bukan karena ultimatum ayahku untuk tetap bertahan di sini sudah dari awal aku akan angkat kaki dari tempat yang ku anggap penjara ini.Maka tak aneh dengan ketidaknyamananku di sini sering membuatku melanggar sekalipun itu tak bisa dijadikan alibi.Dan dari sekian hukuman itu ada satu kasus yang mengantarkanku untuk menemukan istana di penjara ini.Adalah ketika kesalahank menyeret oranglain sehingga karenaku akhirnya ia pun mendapatkan hukuman.Itu terjadi ketikan aku keluar dari asrama siswi tanpa ijin karena awalnya ku piker hanya sebentar dan untuk membeli cemilan,di ikuti dengan kesalahan kedua yaitu kaos kaki yang tak aku kenakkan dan akhirnya tertambahkan dengan mengobrol dengan putra tanpa ada yang mendampingi.
Reza adalah korban dari kesalahanku,pria innocent itu adalah teman SMPku,saat itu aku hanya ingin say hello dengannya karena setidaknya dia sealmamater denganku dan malangnya ada Ustadz yang melihat kami berdua dan akhirnya hukuman itu pun di berikan padahal aku sudah melakukan pembelaan atau setidaknya cukup aku saja yang diberikan hukuman karena bagiku hal itu sudah tak aneh tapi tidak untuk Reza dia yang sejak SMP menjadi rival terberatku,dia yang sebelumnya sudah terpilih untuk menjadi mas’ul di asrama putranya tentu beban berat baginya ketika seorang Mas’ul yang seharusnya memberikan teladan.
Dan yang paling syukuri dari peristiwa itu yang sekaligus menjadi hukuman terakhir bagiku adalah awal titik balik bagiku yang pada akhirnya membuatku menemukan istana itu yang baru bisa ku rasakan ketika aku tahu bahwa penjara itu menyelamatkanku dari hedonisme yang banyak merasuki pelajar saat ini juga bahwa  kadang yang tak kita sukai adalah menyimpan kebaikan untuk kita dan ataupun sebaliknya.Tempat yang awalnya ku anggap penjara menjadi bak Istana dengan indahnya ukhuwah yang mewarnai hari-hariku di sini.
##############################################################################



0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

- See more at: