Seminar Hari Ibu Memantapkan Peran Ibu, Anak sebagai Pilar Moralitas Bangsa

KAMMI Daerah Garut Bekerja sama dengan rohis SMP se Garut menyelenggarakan Seminar hari Ibu pada Tanggal 21 Desember 2014 dengan tema Peran Ibu, Anak sebagai pilar moralitas bangsa di gedung wanita lasminingrat Kecematan Garut Kota Kab. Garut.
Seminar ini dibuka langsung oleh Bupati Garut Bapak Rudi Gunawan turut hadir Istri wakil Bupati Dr hanny Firdiani sebahai narasumber untuk materi peran Ibu sebagai pilar moralitas Bangsa sedangkan narasumber kedua adalah aktifis KAMMI dengan materi problematika remaja era kontemporer oleh seorang mahasiswi Pascasarjana UPI yang bergelut di dunia pendiikan bernama Rima Amirah Fauziyah..
Pada sambutan yang diberikan Bapak Bupati menekankan kepada peserta yang mayoritas adalah pelajar untuk terus berprestasi dan membanggakan kedua orang tuanya, pada kesempatan itu pula Bapak Bupati memberikan santunan kepada peserta yang kehilangan salah satu dari orangtuanya.
Pada materi pertama Bu dokter Hanny begitu beliau sering disapa menyatakan bahwa peran Ibu begitu penting karena bisa menentukan moralitas suatu bangsa karena keluarga adalah miniatur peradaban daru suatu bangsa dan Ibu adalah sekolah pertama untuk anaknya.Menurutnya menjadi seorang Ibu yang baik dimulai bukan hanya ketika telah berumahtangga dan memiliki anak tetapi ketika usia pra nikah dan usia pra nikah bukan dimulai dari usia 20an tapi semenjak remaja dengan begitu para remaja mempersiapkan sedini mungkin untuk menjadi sekolah pertama untuk anaknya.
Pada materi kedua disampaikan bahwa problematika remaja saat ini sangat mengkhawatirkan.Ini dilihat dari angka MBA di kota Garut sendiri yang begitu tinggi. Maka ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, instansi pemerintah dan atau lainnya tapi ini tanggung jawab bersama.Dan beliau menitipkan pesan kepada peserta untuk fokus memperbaiki kualitas diri dari setiap segi.

Kamu cantik, cantik...Dari hatimu



Cantik  itu dari hati atau inner-beauty terkadang hanya menjadi penghibur atas gelisah yang tersembuyi . Melihat kecendrungan ikhwan yang daya tarik mereka justru mengarah kepada Akhawat yang diberikan karunia lebih.  Pun dengan penggalan hadist yang terkadang menimbulkan kecemasan tersendiri untuk kaum hawa jika penafsirannya dengan ojektifitas panca indra mereka secara fisik. “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya” .  Terlebih saat kesadaran mereka memahami posisinya yang terpilih kemudian memilih sehingga kemungkinan-kemungkinan menjadi terpilih dengan realita kondisi fisik yang menurut mereka kurang cukup menunjang untuk bisa memenuhi kriteria dari hadist tersebut. Ini bukan perkara mereka kufur nikmat atau tidak legowo menerima ketetapan Allah. Tapi tentang insan yang Allah berikan karunia lebih sebagai “makhluk perasa”. Sekalipun sebenarnya tak selalu posisi akhawat harus dulu terpilih kemudian memilih sebagaimana khadijah  yang memilih menyampaikan ketertarikannya terlebih dahulu kepada Muhammad.  


            Betapa kita mungkin terjebak dalam definisi cantik seperti yang sering digembor-gemborkan oleh media, kulit putih, hidung manclung dan tubuh yang ideal.  Tidak hanya untuk orang ammah semata, Jika boleh jujur bukankah kita yang tersebut sebagai penyeru amar ma’ruf nahi mungkar  pun acap kali terjebak pada definisi cantik tersebut. Cerita dari rangkaian fakta yang gagal melanjutkan pernikahan  karena alasan fisik. Pun saya dibuat kaget melihat contoh-contoh proposal yang itu adalah nyata dimana point-point dari kriteria calon yang diidamkan mensyaratkan cantik, tanpa bermaksud menyalahkan atas fitrah yang memang Allah karuniakan kepada hambaNya untuk  harapan memiliki pendamping yang sholehah nan cantik.


            Duhai ukhti, tak perlu risau dengan definisi cantik tadi, definisi yang justru akan hilang dimakan waktu. Anugrah dibalik itu adalah bahwa dia yang kelak akan menjadi imammu memilihmu sebagai pendampingnya bukan semata karena fisik. Dan terkait penggalan hadist tadi, untuk menjadi yang menyenangkan dipandang tak serta merta mensyaratkan mutlak kau harus cantik secara luaran, tapi mensyaratkan  dalam pengupayaan kita sebagai wanita yang senantiasa menjaga dirinya untuk menyenangkan suami.


Ada yang kehilangan kepercayaan dirinya hanya karena merasa belum cantik secara fisik lantas mempertanyakaan keadilan kenapa kecantikan yang secara give itu tidak diberi untuk setiap wanita padahal ada kecantikan yang jauh lebih berharga dari sekedar cantik secara fisik..

Tapi baiklah saya samakan frekuensi bahwa cantik adalah sesuatu yang give/ anugerah dari Allah tapi hai apakah itu masih menjadi nikmat ketika cantikmu mengundang pandangan liar dari lawan jenismu dan selalu ingin mendekatimu dan kau pun terbuai dengan rayuan maut mereka?

Cukup kuatkah engkau untuk mendapatkan pandangan liar?

Cukup kuatkah engkau untuk didekati mereka atau parahnya mendaparkan gangguan dari mereka?

Beruntunglah engkau kelak dia yang akan menjadi imammu bukan melihatmu dari hanya sekedar cantikmu..

Dan apakah cantik seperti itu masih menyenangkan sekalipun akan lekang oleh waktu? Bukankah untuk menjadi istri yg sholehah yang jika dipandang menyengankan itu tak mengsyaratkan kau harus cantik secara fisik?

Dan kau pun berhak untuk cantik..cantik yang tak akan sirna meski di usia senja..

kamu cantik..kamu cantik dari hatimu

dari novel ke tarbiyah hingga ke KAMMI

dari novel ke tarbiyah hingga ke KAMMI

 BTW Aktifis haraki baca novel salahkah??ingatwaktu di forum pernah ada coleteh ”aktifis haraki kok baca novel”atau padaforum lain pernah sang pemateri bertanya pada peserta,Buku bacaan apa yangsedang dibaca?belum juga jawab pemateri uda bilang no nopel yah.hmmm salahyah?tapi salah dan benar dalam hal ini kan relatife dan aku Mulai tertarikuntuk berhenti memusuhi novel setelah sekian lama menjauhi dengan sengaja untukbisa bergeser suplemen bacaan karena setelah mereview perjalanan metamorphosaitu ada ia disana dan ternyata ia tak hanya sekedar berbicara tentang romansaperasaan insan saja dan hei bukankah aku mengenalijepang,rusia,mesir,china,perancis,jerman adalah dari novel,benar ia fiktif tapinovel pun bisa impormatif hehe
Tersadar  untuk tidak mengunderestimate hal apapunkarena apapun itu minumannya teh botol( ups kok jadi iklan yah )maksudnya halapapun itu bisa menjadi wasilah termasuk novel,ini yang teralami…hmm jaditertarik untuk curcol nih tak apeu yah….
Time iscurcol….satu dua tiga cusssssssssss…..sejak SMP kelas tujuh awal mula godog-kan(bhsinggrisnya keluar nih) itu datang dari sang brother yang ceritanya maumengenalkanku pada dunianya dan yang baru terkenali dari dunianya itu adalahdia sang brother si mahasiswa yang aktif berorganisasi yang  kawan ganknya kalau pria gak ngerokok kalauwanita berjilbab lebar tapi doi malah mulai  ngajak ngajak mentoring nyuruh cari temenngaji barenglah padahal dulu tuh ora ngerti opo itu mentoring  yah berhubung dulu aku orangnya polos(sekaranginsya allah enggak kalau ada yang beranggapan berarti anda tertipu initestimony my friend lho maklum ada bakat lain yang terpendam) akhirnyanurut-nurut aja toh dia kan sang brother masa ia menjurumuskan,betul gak masbro?ketemulah saya dengan sang murrobi eh dulu gak kenal istilah itu maksudnyakakak mentor meski aku belum bawa rombongan,orang sendiri belum paham bagaimanamau mahamin yang lain.he.
Belumberhasil bikin sang ade ngaji rupanya dia gak nyerah juga yah,kali ini settingdiganti dengan menggabungkan diriku dengan anak-anak sma.Jalan sih tapi rupanyaberjalan satu minggu,minggu-minggu berikutnya hanya saya dan sang kakak mentorpeserta ngaji itu,mengenangnya saya jadi rindu lama kita tak bertemu kak,rinduakan kesabarannya dalam membersamai proses sang mentee dan tetap berusaha untuktak melepas meski akhirnya terputus karena saat itu ia sedang menunggudatangnya sang buah hati.
Beberapabulan kemudian alhamdulilah bingitttss aku tertarik untuk meminjam sebuah noveldi perpus yang ada SMPku,kalau secara fisik itu novel gak menarik untuk dibacakarena penampilannya yang lusuh dan kumal untungnya tuh novel ada tulisan bestseller jadi tertarik dech untuk baca(catatannya yang bagus itu tidak selaluharus best seller yah),ayo tebak apa jadul novel itu??bukan..bukan…bisajadi..bisa jadi..iya..iya itu(niru acara yang mana yah)nah bener tuh judulnyayang itu ayat-ayat cinta(siapa juga yang ngejawab)ini sebelum booming maudiflimin yah dan ini awal mula perkenalanku dengan kang abik.Itu sang penulisnovel yang akhirnya menjadi penulis favoritku saking menyukai karyanya akulahap  novel-novel beliau gak kenal waktupokoke kalau ada novelnya yang nganggur gak pake lama langsung dilahap gkpeduli sedang ujian,ulangan pokoke tuh novel sikat mulai dari ayat-acat cinta,dwilogikcb,dalam mihrab cinta,bumi cinta,tabir cinta zahrana,kumpulan cerpen beliausudah terlahap.Menjadi-jadi lah diriku menggemari novel dan mulai melahapnovel-novel lain kadang novel geje pun dibaca hehe J.Mana sempet pake acara menamai akun fb ini denganresti Hirata El-Shirazy atau DererezTie Hirata El-Shirazy saking ngefansnya  pada meraka .Oh iya yang hirata aku ambil daripenulis tetralogi lascar pelangi..yups betul sekali andrea Hirata.Karya beliaupun tak aku lewatkan mulai dari lascar pelangi,sang pemimpi,Edensor sampaimaryamah karvop.Semunya No E-book karena aku ingin membaca karya mereka secaralengkap apalagi dulu belum booming prof google hanya kalangan tertentu yangbersahabat dengan google.
Sepintasdari judul-judul novel khususnya karya kang Abik itu serasa tentang romansaperasaan saja tapi hei dari sana aku jadi jatuh cinta kepada jalan tarbiyahini.Pertama setelah membaca ayat-ayat cinta mulai tuh diskusi dengan sang brothernyambung.Mulai paham seperti apa gambaran tarbiyah dari setting kultur yang adadi novel tersebut.Kali ini berangkat dari pemahaman itu oke aku putuskan akanmelingkar kembali.Kali ini cerita sudah masuk ke episode putih Abu.Sayang tahunmasukku tak seberuntung angkatan sebelumnya yang mengenal dunia yang ku cari .pernahada pembekuaan aktifitas kerohisan karena satu dua hal,akhirnya alternativeyang di dapat  ngajak orang untukmelingkar bareng  meski ngajinya mandiritidak dibawah lembaga sekolah dan alhamdulilah kali ini dapet juga kawan yangmembersamai.Mulailah aku melingkar dengan mereka yang oleh sang kakak mentordinamai pepsodent Club dan kami pun menyepakatinya.Alhamdulilah dengan tarbiyahbisa menghijrahkan diri menjadi lebih baik diderasnya godaan problematikaremaja,bisa jauh dari kegalauan tingkat dewa dan menjaadi gampang untuk bilangsay no to virus itu tuh yang sering menyerang para remaja atau sekalinya kenagampang  bingit kok untuk bersenandungnasyid tashiru maaf tuk berpisah.
Okesekarang aku ingin mempercepat cerita dengan memasuki episode mahasiswa  dan berhubung pernah di singgung di note yanglain tentang ihwal mula kebergabunganku dengan KAMMI tapi boleh dech direviewkembali,intinya dengan alasan di KAMMI politiknya kental aku tuh lebih cendrungpada sang ibunda darinya KAMMI dilahirkan  tapi jadi pindah haluan gitu gara-garamendapati di kampus kuningku sang ibunda sedang vacuum of fower yah akhirnyauntuk mencari kekuatan yang hilang menjurumuskan diri dech pada dia yangkusebut KAMMI.Mulailah proses melayakkan diri itu dan oh rupanya bacaan harusbergeser dari novel ke mantuba oke fiks aku pun tinggalkan novel-novel itu.inibukan sekedar mengikuti titah tapi memang sedang ingin mengasah logika dan mengurangikadar kemelankolisan juga mulai merasa menjadi sebuah kebutuhan bukan hanyasekedar  tuntutan dan tak terasa hampir8bulanan lebih lah aku tak menyapa mereka dan dari setelah note ini ditulis akuakan berdamai dengan mereka(mulai cari-cari novel dan hei yang punya novel 99cahaya diatas langit eropa pinjem dong J).Nah kalau di episode ini mulaidari tingkat awal sampai saat ini perangnya bukan melawan virus-virus itu pertahanansemakin kebal ada juga bukan virus vmj tapi virus janur kuning,Eh J tapi beneran nih episode sekarang tuh episodemelegitkan potensi.Kalau didunia perKAMMIan tuh dari kepribadian Islami keKepribadian Haraki.Perlu proses juga dong engga simsalabim jadi apalagi dirikuyang notabenenya gak suka tuh aksi&perpolitikan tapi ini dia yangtersyukurinya bisa lepas dari sifat apatis.BTW Aktifis haraki baca novelsalahkah??engga juga keles.betul apa benar?(ini mah memaksakan untuk sepakat)ohiya ada satu keberhasilanku yaitu menularkan cinta novel kang Abik ke sangBrother,doi yang ikhwan haraki bingiit anti baca novel akhirnya baca juganovelnya kcb sama bumi cinta yah ini episodenya aku yang mempengaruhi beliau.hehebolehlah baca novel setidaknya bisa berimaginasi dalam membangun Negara,ih inibeneran lho membangun Negara juga gak hanya pake logika,imaginasi dan perasaanjuga perlu.novel jg bisa tuh mengasah imajinasi kaya novelnya haarry potter tuhitu kan lahir dari sebuah imaginaasi tapi itu terlalu liar.Eh kembali kekonteks bahwa dalam cita-cita kita dalam membangun Negara tuh perlu imajinasilho ini seriusan kan didunia ini  impossibleis nothing (jargonnya website saudara nih)uda ah aku akhiri tulisan ini sebelumsemakin frontal hehe 

Mengukir Pelangi Pada Sebungkus Dodol

Mengukir Pelangi Pada Sebungkus Dodol



Akhir  bulan yang biasanya membuat setiap penghuni gigit jari dan mengurung diri di kos-kosannya karena terkena penyakit penyempitan pembuluh dompet akibat suplai amunisi yang kian menipis.Tapi tidak untuk kali ini karena penghujung bulan ini  telah menjanjikan binar-binar mata yang akan memancarkan kecerian juga bibir-bibir yang akan membentuk senyuman.Tak lain itu karena menjelang libur panjang semester yang di nanti-nantikan oleh seluruh mahasiswa  terutama mereka yang merantau.Tradisi pulkam pun di sambut dengan sukacita.M aka tak aneh wajah murung di setiap akhir bulan telah tergantikan dengan wajah penuh antusias menyambut holiday yang di nantikan. Permintaan akan pesanan makanan khas setiap daerah pun meningkat. Begitu pun aku dan kawan-kawan seperjuangan yang tak melewatkan begitu saja moment liburan ini. Aku yang di wanti-wanti harus pulang kembali dengan membawa kurupuk kulit+kakaren lebaran tapi syukurlah aku tidak di minta untuk membawa domba Garut yang pasti tak bisa aku penuhi, Icha kawanku yang asli Cianjur di tugaskan membawa Taucho dan Meli pun mendapatkan tugas yang sama harus membawa Apel Malangnya.
Aku pun menikmati rutinitas yang lebih menghidupkan hari-hariku di kampung halaman  tercinta. Disini Garut mengisnpirasiku, Aku mulai menata hidupku, menyusun puzzle tentang cita-cita itu. Optimisme itu hadir bahwa tak ada mimpi yang teralu besar tapi langkah kitalah yang kecil. Maka eksperimen pun kembali di mulai setelah sempat terbengkalai dan mulai menemukan serpihan asa itu.
 Di sela-sela liburan ini selain misi cita-citaku, aku di sibukkan juga dengan persiapan keluargaku menjadi tuan rumah acara Halal Bi Halal,sebuah acara reuni keluarga yang memang menjadi rutinitas.Apalagi untuk kali ini keluargaku yang menjadi tuan rumah,setelah tahun kemarin reuni itu di adakan di kota hujan dengan paket holiday di kebun raya kota bogor.Maka aku pun sibuk membuat list objek wisata untuk holiday keluargaku.Sebenarnya untuk tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah giliran Tanteku yang tinggal di Bandung,namun karena hasil vote memutuskan yang menjadi tuan rumah adalah keluargaku dengan alasan ingin merasakan keindahan kota intan.
            Garut Kota intan,tentu seperti  julukannya intan yang menggambarkan sejuta keindahan di dalamnya,namun sayangnya keindahan intan tersebut belum terkuak sepenuhnya masih banyak orang yang tak mengetahuinya,aku jadi teringat kisah lucu adikku defia yang sekarang duduk di kelas V di marahi oleh Gurunya saat pelajaran geografi karena tak bisa menunjukan kota Garut,sekecil itukah kota Garut hingga tak terlihat di peta dunia dan tak nampak   di pelupuk mata.Tapi tak apa,bukankah intan,berlian dan permata lainnya berukuran kecil?biarpun kecil tapi ia sangat berharga. Ada juga kisah Saat awal-awal kuliah yang memang bertemu banyak orang perantau.ketika Meli yang asli anak Malang bertanya padaku”Dil,Garut itu di sebelah mananya Bandung yah?”tanda-tanda asing yang seperti ini pun aku dapati dari teman-temanku lainnya  yang masih asing akan kota kelahiranku,aku pun memakluminya karena kadang aku pun di posisi yang sama,asing akan kota-kota sebrang asal teman-temanku.Inilah serunya bisa berbagi dengan saudara-saudara kita yang berbeda daerah,bisa mengenal berbagai bahasa,berbagai kebudayaan dan cerita-cerita uniknya,inilah indahnya nusantaraku penuh dengan keragaman yang mempesona.Kadang obrolan bersama teman-temanku pun menjadi ajang promosi daerah asalnya,Meli yang mempromosikan apelnya,Yanti anak Palembang mempromosikan empe-empenya,tak ketinggalan icha mempromosikan tauchonya juga Rima mempromosikan udangnya dan promosi-promosi daerah lainnya.
            Kembali ke persiapan keluargaku mempersiapkan reuni,dari beberapa list yang ku buat,ada beberapa pilihan pertama objek wisata darajat yang memiliki keindahan panorama alam yang indah dan di sana ada kawah yang memperindah pemandangan.Alternatif lainnya ada pantai Santolo yang berlokasi di daerah  Garut Selatan,Situ Bagendit dengan cerita asal-muasalnya yang menarik juga tempat pemandian cipanas yang airnya mengalir langsung dari pegunungan yang juga memperpanjang list,namun vote pun memutuskan untuk berlibur ke Darajat pass.Aku yang pernah kesini sebelumnya tak merasa bosan,apalagi dengan kebersamaan yang memperindah pemandangan di sini.Arif yang tak lain sepupuku tak henti-hentinya mengabadikan pemandangan di sini dengan kameranya.
            “Untuk bahan upload di FB yah?”tanyaku
            “kalo iya kenapa,masalah buat loe?”jawabnya dengan sinis
            “Pasti bunyi update statusnya gini,pemandangannya cantik,secantik sepupuku”ledekku
            “hah?ujungnya berbau fitnah tuh”jawab Arif
            “kali-kali update yang nyenengin aku,gak rugi ini kan?”pintaku
            “Dengan ngeupload fhoto-fhoto di sini itu kan berarti aku ngepromosiin kotamu,yah ikut senang dong kalau ada yang ngepromosiin kotamu”jawabnya menutup obrolan dan meninggalakanku.
            Setelah menikmati liburan yang mengasyikan itu,keluarga Tante dan Pamanku pun bersiap-siap untuk kembali ke kampung halaman.Arif anaknya pamanku yang keresan tinggal di Garut pun meminta perpanjangan waktu agar bisa mengitari pelosok kota Garut lainnya.
            “kerasan yah tinggal di sini,udah pindah warga daerah saja”celotehku
            “usul yang bagus,kalau bisa sekolah di sini seru tuh kayanya?”jawab Arif
            “ciyus?mau sekolah di sini?”ledekku
            “Enelan…Sumpah”balas Arif meledekku.
           
Tetap saja akhirnya Arif pun tak bisa berlama-lama karaena jadwal liburnya di batas deadline,dan sebelum mereka pulang,Tante dan Pamanku memborong produk baruku yang masih dalam tahap launching untuk di jadikan buah tangan selain makanan khas lainnya seperti kurupuk kuli yang gurih dan renyah..Iya diam-diam aku mengamalkan ilmu yang ku dapat di bangku kuliah juga untuk mengasah skil ku dalam berwirausaha.Inilah alasanku bangga akan kota kelahiranku,bukan karena lahir dan di besarkan di sini tapi karena Garut telah menginspirasiku dan mejadi kebanggaanku.
Garut menginspirasiku dari makanan khasnya yaitu dodol,makanan yang dari kecil tak aku sukai dan merupakan mata pencahararian keluargaku.Dari ketidaksukaan itulah aku mencari varian baru dari produk dodol agar bisa menumbuhkan rasa sukaku akan produk dodol,karena hobiku permen maka terbesitlah ide untuk membuat permen dodol,awalnya terasa aneh tapi produk itu pun akhirnya tercipta juga,permen dodol yang menyerupai permen jelly.Tentu awal mula pembuatannya memerlukan proses,tidak seperti trick sulap yang sekali mengucap mantra abakadabra langsung jadi.Exsperimen pun di lakukan berkali-kali,Ibuku yang menjadi dewan juri masih saja memberikan komentarnya,dari komposisi yang kurang,kurang manislah,tekstur yang terlalu lembek dan komentar-komentar lainnya sebelum akhirnya aku bisa bernafas lega karena bisa lulus seleksi dari audisi pembuatan pedol alias permen dodol.
Tahap Selanjutnya adalah proses pecking,dalam proses pecking aku membagi menjadi dua kemasan,kemasan besar dengan isi 30 pedol dan kemasan kecil dengan isi 10 pedol,karena terinpirasi dari kota lahirku,maka ku memasukan unsur Garut dalam kemasan pedolku.Seperti gambar babancong yang tak lain symbol dari macapat kabupaten Garut,Domba Garut,dan tentunya dodol yang memang masih kembaran dengan pedolku.Step by step aku melangkah mengembangkan usaha dan mencoba berpijak dengan kaki sendiri setelah sekian lamanya bergantung kepada kedua orang tuaku.Tentu keluargaku mendungku dan sangat berperan besar dalam rintisan usahaku ini.Merekalah tutor bisnisku dan darinya aku mendapatkan peluang untuk mempraktekan teori ATM(amati,tiru,Modifikasi) dan lebih dari itu,bagiku mereka adalah modal terbesarku.
Di penghujung masa liburku,ada moment yang tak akan ku lupakan,yakni saat aku yang coba-coba ikut di ajang penghargaan UMKM AWARDS dan di luar dugaan aku yang niat awal hanya ingin mempromosikan produk bisa membawa pulang piala penghargaan untuk katagori pengusaha pemula.Moment di saat penerimaan piala itu adalah moment yang akan selalu terkenang,kebahagian saat itu sungguh tak bisa terlukiskan.
Kebahagiaan pun tak sampai di sana,semenjak penghargaan itu,tawaran mengisi seminar entrepreneur pun berdatangan dan aku pun menikmati anugrahNya yang bisa membuatku menjelajahi berbagai daerah dan mempromosikan kota intanku.Mengenalkan kota intan dan bisa mengenal keragaman daerah lainnya.Bisa menjelajahi senusantara ini dan bisa mengenal keindahan dan keragaman di negriku yang mempesona ini menjadi harapanku
Dan angin pun  mengabarkan berita bahagiaku pada teman-teman kelasku,mereka yang mengetahui kabar tentangku dari koran yang meliputku saat menjadi pemateri.Jadilah mereka mewawancaraiku  untuk meminta konfirmasi kebenaran karena aku yang belum sempat menceritakan apapun bahkan untuk mempromosikan pun aku tak sempat melakukannya.
“Adilla Sugiarti pengusaha muda yang bangga akan kota kelahirannyadan berharap bisa mempromosikan keindahan Garut dengan pedol pelanginya berbagi kisah…bla..bla.bla”Ucap Melli dengan gaya presenternya membacakan Koran
“Dil..kok gak ngasih tahu kita-kita sih?”Tanya Icha
“kalau di expose ntar di kirain sombong lagi”jawabku
”Ah..alibimu Dil,ada-ada saja,coba kalau kamu ngasih tahu kita kan bisa jadi konsumentmu”
“jadi kalau sekarang aku promosi kalian mau memborong pedolku?”
“Ah sudah kadaluarsa,sekarang bukan saatnya berbagi info tapi berbagi rezeki,hayo dana CSRmu keluarkan untuk mentraktir kita-kita”
“sudah kaya perusahaan raksasa saja ada CSR,tapi amiin deh mudah-mudahan menjadi do’a”
Jadilah aku mentraktir teman-temanku,obrolan pun terus berlanjut dan aku pun menjadi pembicara dalam agenda curcol with teman-temanku dengan tema masih tentang pedol pelangiku.dan Icha menanggapi obrolanku bahwa dirinya terinpirasi untuk membuat taucho rasa cokelat.tentu saja tanggapannya itu mengundang tawa.Terdengar aneh tapi bukankah di dunia itu tak ada yang tak mungkin ,sekarang aneh tapi nanti siapa yang tahu?nothing imposibble dan itu pun yang aku alami,dodol yang sejak kecil tak aku sukai tapi kini ia menjadi kebanggaanku.seperti kebanggaanku akan kota lahirku.Garut yang telah menginspirasiku dan mengantarkanku menemukan pelangiku,Begitu pun dengan ide Icha yang ingin mengembangkan varian rasa pada makanan khas Cianjurnya.Aku pun yakin akan sejuta inspirasi yang bisa terlahir dari keragaman daerah seantero nusantara ini yang bisa di jadikan langkah awal untuk berkontribusi terhadap nusa dan bangsa.




contoh neraca

contoh neraca




PT INDUSTRI JAMU DAN FARMASI SIDO MUNCUL.,TBK

NERACA

PER 31 DESEMBER 2011





URAIAN
NOMINAL
Asset lancar

Kas dan Setara Kas
 Rp               26,172.00
Kas Terbatas

Piutang usaha pihak ketiga
 Rp             300,553.00
Piutang usaha berafiliasi
 Rp                     314.00
piutang lain-lain
 Rp             145,076.00
persediaan
 Rp             257,172.00
investasi
 Rp             614,563.00
kewajiban dibayar dinuka
 Rp               13,481.00
Aktifa Tetap

Asset pajak tangguhan
 Rp                  1,654.00
uang muka pembelian aktiva tetap
 Rp               34,596.00
investasi asset tetap diasosiasi
 Rp                        60.00
Aset tetap setelah defresiasi
 Rp             513,730.00
Aset lainnya
 Rp                     218.00
Total Asset
 Rp         1,908,589.00
Hutang

hutang jangka pendek

hutang bank tenor 8 bulan
 Rp             112,339.00
hutang usaha ke pemasok
 Rp             125,835.00
hutang lain-lain
 Rp               39,619.00
hutang pajak
 Rp               43,800.00
beban masih harus dibayar
 Rp                  1,846.00
uang muka penjualan agen
 Rp                     694.00
Hutang jangka panjang

pinjaman/hutang pada pemegang saham
 Rp                        50.00
cadangan/hutang jangka panjang
 Rp                  2,056.00
modal

modal di setor
 Rp         1,350,000.00
laba di tahan
 Rp             232,350.00
total pasiva
 Rp         1,908,589.00


LAP LABA/RUGI













URAIAN
NOMINAL

Hasil penjualan
 Rp   1,393,186.00


Pendapatan lain-lain
 Rp         46,125.00


Laba kotor

 Rp    1,439,311.00

Beban



beban masih harus di bayar
 Rp           1,846.00


beban pokok penjualan
 Rp      833,397.00


beban pemasaran
 Rp      200,836.00


beban administrasi dan umum
 Rp         67,285.00


beban di luar operasi lain-lain
 Rp         52,181.00


beban pajak bersih
 Rp         77,613.00


total beban

 Rp (1,233,158.00)

Laba kotor

 Rp       207,999.00