Agar Ramadhanmu Tetap Modis Bersama Lazada

Seorang muslimah memiliki kewajiban untuk menutup auratnya dengan berbusana syar’i sesuai dengan syariat yang dianjurkan. Dengan perkembangan fashion hari ini, berbusana syar’i tidak berarti ketinggalan zaman atau kuno, kamu bisa tetap tampil syar’i namun tetap modis dan fashionable. Banyak dari sosok wanita muslimah yang selalu ingin tampil modis dan sempurna dengan balutan hijab yang dikenakannya menggunakan style berkerudung yang syar'i dengan tetap menutupi dada, tidak menerawang dan tidak membentuk lekuk tubuh. Dan untuk kamu yang ingin tampil syar’i tak perlu lagi khawatir untuk terlihat kuno karena banyak tips yang bisa menjadikanmu tetap modis dengan balutan busana muslimah yang syar’i. Ramadhan sering dijadikan momentum untuk wanita dalam mulai menutup aurat, seperti para aktris-aktris yang style-nya menjadi lebih tertutup, tak mengapa semoga setelah mengawali ramadhan dengan menutup aurat, hidayah itu semakin menguat sehingga fashion hijabnya tak sekedar trend dan semusim saja.  Berikut dibawah ini tips-tips agar kamu tetap syar’i dengan busana muslimah :

  1. Paduan warna yang cocok

Panduan warna yang cocok antara hijab dan gamis atau setelan pakaian yang dikenakan bisa menjadikanmu tampak lebih fashionable. Untuk yang tidak menyukai warna-warna yang mencolok, bisa menjadikan warna-warna soft sebagai pilihan. warna-warna pastel yang lembut juga akan membuat kamu terlihat lebih muda seperti soft pink, baby blue, atau peach .

2. Coat, Blazer, Cardigan bisa membuat tampilan hijab syar’i semakin modis

Memadukan gamis dan hijab dengan model-model luaran yang keren seperti coat, blazer, atau cardigan bisa menjadikanmu tampil lebih modis. Dengan menambahkan luaran, gaya kamu akan terlihat lebih unik dan fashionable. Tapi, pastikan corak atau warna luaran yang kamu kenakan sesuai dengan gamis atau hijab yang sedang dikenakan.

3. Model Hijab

Menggunakan hijab syar’i bukan berarti kamu tidak boleh mengkreasikan hijab kamu sehingga terlihat lebih modern. Kamu bisa berkreasi dengan hijab yang ingin dipakai agar tampak semakin modis dan stylish dengan catatan tetap menutupi dada. Hari ini banyak sekali model-model hijab yang bisa kamu pelajari dari tutorial-tutorial yang banyak bertebaran di internet.  Dari yang tersimple sampai gaya yang rumit. Pun dengan model hijab yang instan, hari ini banyak sekali lapak yang menjualan hijab instan. Namun jangan sampai esensi berhijab jadi hilang karena kamu lebih mengedepankan gaya dibanding makna hijab itu sendiri, yakni menutup aurat.

Nah untuk memilih fashion, cardigan juga hijab yang kamu inginkan. Kamu bisa mengunjungi lazada, banyak varian model,warna yang bisa kamu pilih. Segera meluncur ke TKP.  http://www.lazada.co.id/


Pernikhan dari Lembaran Kertas

Kali ini mood saya tertarik membahas perkara berat, saking beratnya sering menggalaukan jomblo sejagat raya. Seriusan, perkara ini bukan masalah remeh temeh, mudah untuk menjadi topik obrolan, bahan tegur sapa yang empuk dijadikan canda tawa nan mencairkan, punch line asyik mengundang Gerrr berantakan meski terisi hati dengan tanya  kapan, kapan dan kapan? tapi sayangnya ini perkara yang  rrrrrruar biasaaaa, perjanjian agung yang bahkan terakui sakral oleh Al-qur'an. Menuntut diri dalam pembelajaran  yang rumit, lebih rumit berkali-kali kuadrat dari trigonometri yang njlimet itu. Bahkan saat ijab sah terikrar, proses belajar tiada pula mengenal kata ending. Yups betul sekali, pernikahan.

Setiap orang mungkin memiliki impian akan pernikahannya, sudah buang CD Drakormu kalau yang menghiasi benakmu masih berkutat, sosok pangeran nan rupawan yang baik hati dan bangsawan. Opa, hidup ini tak seindah drama korea. Dan aku persempit ruang racikan kata dalam tema ini, pernikahan yang kita upayakan sebagai jalan para mujahhid mencetak arsitek peradaban.

Wahai kita yang berada dipersimpangan jalan, kita yang mengupayakan diri menjemput pernikahan dengan  keberkahan. Mengisi ruang penantian dengan sebaik wasilah mendatangkan kebaikan. Mari bersama menghilangkan ragu,  yakinlah pernikahan yang kita jemput ke-barokahan-nya bukan membeli kucing di dalam karung. Iya, harapan kita tinggi bahwa puncak pernikahan yang kita ndaki, bukan sekedar mengubah status dari single menjadi doeble. Tapi menggenap dalam agama dengan jalan sunnah tanpa proses yang di haramkannya menuju cintaNya.

Aku selalu kagum kepada mereka yang diperkenalkan oleh lembaran kertas, bertemu pertama kali ketika nadhor dan yang kedua pada akad. Sama sekali tidak mengenal sebelumnya, seolah ada yakin yang menggerakan bahwa dia adalah yang tertakdirkan. Aku pernah merasa diintipi tamu yang bernama ragu. Berspekulasi pada waktu yang belum terwujud, nanti esok yakinku itu hadir dariNya ataukah dari nafsu?oh iya, lembaran kertas itu mampukah merepresentasikan diriku sebenarnya? ada banyak kurangku yang belum tertuang disana, mungkin pula nanti lembar kertas yang ku terima tak jauh bedanya, hanya sepersekian persen gambaran utuh dari Mr. X itu. Terhempaslah hush, hush sana. Akan kucoba memegang yakin bahwa pernikahan itu bukan membeli kucing dalam karung. Iya, aku si akhawat nakal ini masih ingin menjemput jodoh tanpa mengundang murka. Toh dengan jalan pacaran sekalipun watak asli akan nampak terlihat jelas setelah ijab sah terikrar.

Jalan Independet? Oia ini pun fenomena yang seolah menjadi jalan alternatif berikutnya, tanpa proses tukar kertas tapi cus langsung datangi objek. Tapi ingat yah ada rambu-rambu yang harus dipatuhi. Jangan PMDK, Penjajakan Mulu Jadi Kagak apalagi pacaran yang berkedok dengan taaruf. Tapi kita akhawat, gengsi dong ngedatengin langsung? Mari bercermin dari Bunda khodijah yang menjadikan Nafisah pihak yang menyambungkan ketertarikannya kepada Rasul. Begitulah ibrah mengisahkan, jodoh kita memang telah ditentukan tapi kitalah yang menetapkan jalannya. Aku tak pernah memvonis bahwa pernikahan yang barokah hanya dengan jalan pertukaran kertas. Ada banyak jalan menuju roma, selama kita mengambil jalan yang tidak menyesatkan Insya allah semoga barokah tetap menyertai.




Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

- See more at: